<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Agra_Ni3zzt's Weblog</title>
	<atom:link href="http://agra88.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agra88.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 May 2008 03:47:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='agra88.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6022f0b82c3d865fc8f13e480f2f9527?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Agra_Ni3zzt's Weblog</title>
		<link>http://agra88.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>CINTA ITU TIDAK BUTA, TAPI MENERIMA</title>
		<link>http://agra88.wordpress.com/2008/05/26/cinta-itu-tidak-buta-tapi-menerima/</link>
		<comments>http://agra88.wordpress.com/2008/05/26/cinta-itu-tidak-buta-tapi-menerima/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 03:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agra88</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agra88.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat — Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=12&subd=agra88&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h5 style="line-height:115%;text-align:justify;">Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat — Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan.</h5>
<h5 style="line-height:115%;text-align:justify;">Cinta membutuhkan proses — Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama. “Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,” katanya. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak jugajatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena “cinta pada pandangan pertama” adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus “cinta pada pandangan pertama”, banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar- benar mencinta. Mereka mencintai pasangan sebagai persolinatas yang utuh.</h5>
<h5 style="line-height:115%;text-align:justify;">Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi* — Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.</h5>
<h5 style="line-height:115%;text-align:justify;">Cinta itu konstruktif* — Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.</h5>
<h5 style="line-height:115%;text-align:justify;">Cinta tidak melenyapkan semua masalah* — Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit ( panacea ). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang- berarti tidak benar-benar mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.</h5>
<h5 style="line-height:115%;text-align:justify;">Cinta cenderung konstan* — Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh.Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik.Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.</h5>
<h5 style="line-height:115%;text-align:justify;">Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik* — Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya.Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.</h5>
<h5 style="line-height:115%;text-align:justify;">Cinta tidak buta, tapi menerima* — Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin diperbaiki.</h5>
<h5 style="line-height:115%;text-align:justify;">Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan* — Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.</h5>
<h5 style="line-height:115%;text-align:justify;">Cinta berani melakukan hal menyakitkan* — Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata “tidak” saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu. Begitulah kita semua seharusnya bersikap pada pasangan.</h5>
<h5 class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"> </h5>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agra88.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agra88.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agra88.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agra88.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agra88.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agra88.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agra88.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agra88.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agra88.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agra88.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agra88.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agra88.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=12&subd=agra88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agra88.wordpress.com/2008/05/26/cinta-itu-tidak-buta-tapi-menerima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f777368d0c3e1603a08684209c514d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">agra88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KENAPA PUPUK BOKASHI LEBIH UNGGUL DARI PUPUK KOMPOS ?</title>
		<link>http://agra88.wordpress.com/2008/05/12/kenapa-pupuk-bokashi-lebih-unggul-dari-pupuk-kompos/</link>
		<comments>http://agra88.wordpress.com/2008/05/12/kenapa-pupuk-bokashi-lebih-unggul-dari-pupuk-kompos/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 02:23:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agra88</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pupuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agra88.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Nama Pupuk Bokashi mulai dikenal masyarakat luas. Keunggulan dan kelebihan pupuk organuk tersebut nampaknya mulai mengalahkan pamor pupuk kompos dan pupuk kimia. Meskipun Pupuk Bokashi dan kompos sama-sama menggunakan bahan organik sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik, Pupuk Bokashi diolah dengan menggunakan teknologi EM (effective microorganisms) yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Mahalnya pupuk kimia dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=11&subd=agra88&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Nama Pupuk Bokashi mulai dikenal masyarakat luas. Keunggulan dan </span></span><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">kelebihan pupuk organuk tersebut nampaknya mulai mengalahkan pamor pupuk kompos dan pupuk kimia. Meskipun Pupuk Bokashi dan kompos sama-sama menggunakan bahan organik sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik, Pupuk Bokashi diolah dengan menggunakan teknologi EM (effective microorganisms) yang lebih efektif dan ramah lingkungan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Mahalnya pupuk kimia dan langkanya kompos di pasaran membuat banyak praktisi tanaman berpaling pada Pupuk Bokashi. Permintaan pasar pun mengalami peningkatan. Walaupun memang sebelum mengenal Pupuk Bokashi mereka menggunakan kompos atau pupuk kimia untuk memberikan nutrisi pada tanamannya. Ternyata mereka melihat Pupuk Bokashi lebih unggul dibandingkan dengan kompos.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Bila membandingkan Pupuk Bokashi dan kompos, kandungan hara dalam Pupuk Bokashi lebih tinggi. Sehingga periode proses tumbuh pada tanaman lebih cepat, pengaruh terhadap tanah sempurna, energi yang hilang rendah dan populasi mikroorganisme dalam tanah lebih sempurna. Perpaduan bahan organik seperti molasse (tetes tebu) larutan gula merah dan kandungan mikroorganisme dalam EM4 melengkapi keunggulan Pupuk Bokashi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:&quot;">PT Songgolangit Persada sebagai produsen dan distributor pupuk Bokashi Kotaku di seluruh wilayah </span><span style="color:black;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="color:black;font-family:&quot;"> melihat indikasi adanya peralihan minat pemakai pupuk kimia ke pupuk organik. Ini memberikan angin segar bagi pemasaran pupuk Bokashi Kotaku. ’’Kita mempunyai strategi pemasaran dengan membagikan sampel Pupuk Bokashi Kotaku pada para pembeli Ramuan Pak Oles,” terang Kadek Suiartana, Kepala Pemasaran Pupuk Bokashi Kotaku.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:&quot;">Para</span><span style="color:black;font-family:&quot;"> calon konsumen yang menerima sampel tersebut, biasanya akan order membeli Pupuk Bokashi karena mereka telah melihat keunggulan Pupuk Bokashi dibandingkan pupuk lain. Konsumen mengakui Pupuk Bokashi Kotaku penggunaannya lebih praktis, tidak berbau, tanaman tampak lebih segar dan daun lebih hijau serta mampu menekan penyakit yang sumbernya dari media tanam. Harga relatif terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat, Rp 20 ribu per zak (1 zak = 30 kg). Penjualan pupuk Bokashi Kotaku per Juli dan Agustus di konter Jl P Komodo 38X Denpasar meningkat tajam. Pada Juli terjual 307 (9210kg=9,21 ton) zak dan Agustus mencapai 370 zak (11100kg=11 ton).</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agra88.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agra88.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agra88.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agra88.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agra88.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agra88.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agra88.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agra88.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agra88.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agra88.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agra88.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agra88.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=11&subd=agra88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agra88.wordpress.com/2008/05/12/kenapa-pupuk-bokashi-lebih-unggul-dari-pupuk-kompos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f777368d0c3e1603a08684209c514d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">agra88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGGUNAKAN BIJI KAKAO TANAMAN PRODUKSI SEBAGAI BENIH ADALAH SEBUAH KESALAHAN ?</title>
		<link>http://agra88.wordpress.com/2008/04/07/menggunakan-biji-kakao-tanaman-produksi-sebagai-benih-adalah-sebuah-kesalahan/</link>
		<comments>http://agra88.wordpress.com/2008/04/07/menggunakan-biji-kakao-tanaman-produksi-sebagai-benih-adalah-sebuah-kesalahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 03:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agra88</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya Tanaman Kakao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agra88.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Memperhatikan animo petani yang cukup besar untuk membudidayakan tanaman kakao bisa dimaklumi karena harga komoditi ini pada saat ini cukup menjanjikan. Namun sangat disayangkan jika menanam kakao dengan benih asalan karena akan mengalami kerugian 3 sampai 4 tahun kemudian.Gelagat ini dialami oleh sejumlah besar petani di Gaura Kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur. Setelah melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=10&subd=agra88&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memperhatikan animo petani yang cukup besar untuk membudidayakan tanaman kakao bisa dimaklumi karena harga komoditi ini pada saat ini cukup menjanjikan. Namun sangat disayangkan jika menanam kakao dengan benih asalan karena akan mengalami kerugian 3 sampai 4 tahun kemudian.Gelagat ini dialami oleh sejumlah besar petani di Gaura Kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur. Setelah melihat tanaman kakao kebun seorang pengusaha setempat yang cukup baik, maka petani sekitar menjadi bernafsu menanam kakao menggunakan biji kakao dari kebun tersebut.</p>
<p>Tentu keputasan petani tersebut tidak tepat, karena tanaman kakao yang ditanam oleh si pengusaha tersebut adalah merupakan jenis kakao hibrida F-1. Alhasil jika bijinya ditanam maka tanaman yang dihasilkan kembali pada sifat-sifat induknya, antara lain buah kecil-kecil dan bijinya sedikit serta tanaman tidak tahan terhadap serangan hama/penyakit.</p>
<p>Namun sesungguhnya masih dapat diperoleh bahan tanaman dari tanaman bermutu tersebut dan dapat memberikan hasil sebaik induknya asalkan diperoleh dengan cara sambung pucuk.</p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Cara melakukan sambung pucuk cukup sederhana dan sama halnya dengan melakukan okulasi pada tanaman karet atau tanaman buah-buahan. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :</p>
<p></span></span></span><span style="font-size:small;"> </p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">(1) Memilih benih/biji kakao yang akan digunakan sebagai batang bawah, syarat-syaratnya nantinya tanaman tersebut memiliki sistem perakaran yang kuat, tahan terhadap nematoda atau hama/[penyakit perakaran.<br />
(2) Menanam benih/biji kakao pada polybag sampai berumur antara 3 s/d 4 bulan atau sampai terbentuk kambium. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">(3) Memilih pucuk dari tanaman yang diinginkan, dipilih yang memiliki ranting besar dan umur kira-kira sama dengan batang bawah yang akan disambungkan.<br />
(4) Sambungkan pucuk dengan batang bawah dengan hati-hati dan bersih, bila perlu disemprot dengan fungisida.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> (5) Bungkus sambungan tersebut dengan plastik dengan kuat dan rapat biarkan sampai umur sekitar 3 bulan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">(6) Amati keadaan tanaman hasil sambungan apabila tanaman baik, pucuk dan batang bawahnya tetap segar dan apabila digores sedikit berwarna hijau. Artinya proses penyambungan berhasil dan bibit dapat digunakan.<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Apabila petani atau masyarakat tetap berkeinginan untuk menanam kakao dari benih, disarankan agar menghubungi pihak Dinas perkebunan setempat atau Pusat Penelitian Kopi dan Kakao untuk memperoleh benih kakao dari kebun induk yang telah direkomendasikan dan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian / Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan.(Ir. Sambodo Turwibowo,MM)</p>
<p></span></span></span><span style="font-size:small;"> </p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agra88.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agra88.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agra88.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agra88.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agra88.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agra88.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agra88.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agra88.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agra88.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agra88.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agra88.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agra88.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=10&subd=agra88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agra88.wordpress.com/2008/04/07/menggunakan-biji-kakao-tanaman-produksi-sebagai-benih-adalah-sebuah-kesalahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f777368d0c3e1603a08684209c514d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">agra88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budidaya Tanaman Kakao</title>
		<link>http://agra88.wordpress.com/2008/04/07/budidaya-tanaman-kakao/</link>
		<comments>http://agra88.wordpress.com/2008/04/07/budidaya-tanaman-kakao/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 03:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agra88</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya Tanaman Kakao]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agra88.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[I.  SYARAT PERTUMBUHAN
 1.1.      Iklim 
a)   Ditinjau dari wilayah penanamannya, cokelat ditanam pada daerah-daerah yang berada pada 10 derajat LU sampai dengan 10 derajat LS. Hal tersebut berkaitan dengan distribusi curah hujan dan jumlah penyinaran matahari sepanjang tahun. 
b)   Areal penanaman cokelat yang ideal adalah daerah-daerah bercurah hujan 1.100-3.000 mm/tahun.
c)   Suhu udara ideal  bagi pertumbuhan cokelat adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=5&subd=agra88&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:11pt;color:#ff9900;font-family:'Times New Roman';text-shadow:auto;">I.<span>  </span>SYARAT PERTUMBUHAN</span></p>
<p><span style="color:#ff9900;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';text-shadow:auto;"><span style="font-size:x-small;">1.1.<span>      </span>Iklim</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">a)<span>   </span>Ditinjau dari wilayah penanamannya, cokelat ditanam pada daerah-daerah yang berada pada 10<span style="position:relative;top:-2.5pt;"> </span>derajat LU sampai dengan 10 derajat LS. Hal tersebut berkaitan dengan distribusi curah hujan dan jumlah penyinaran matahari sepanjang tahun. </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">b)<span>   </span>Areal penanaman cokelat yang ideal adalah daerah-daerah </span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">bercurah hujan 1.100-3.000 mm/tahun.</span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">c)<span>   </span>Suhu udara ideal<span>  </span>bagi pertumbuhan cokelat adalah </span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">30-32 derajat C</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> (maksimum) dan 18-21 derajat C (minimum). Berdasarkan keadaan iklim di </span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Indonesia</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">, suhu udara 25–26 derajat C merupakan suhu udara rata-rata tahunan tanpa faktor pembatas. Karena itu, daerah-daerah tersebut sangat cocok jika ditanami cokelat.</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">d)<span>   </span>Cahaya matahari yang terlalu banyak menyoroti tanaman cokelat akan menyebabkan lilit batang kecil, daun sempit dan tanaman relatif pendek.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';text-shadow:auto;"><span style="font-size:x-small;">1.2.<span>      </span>Media Tanam</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">a)<span>   </span>Pertumbuhan bibit tanaman<span>  </span>kakao terbaik diperoleh pada tanah yang didominasi oleh mineral<span>  </span>liat<span>  </span>smektit dan berturut-turut diikuti oleh tanah yang mengandung khlorit, kaolinit dan haloisit.</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">b)<span>   </span>Tanaman cokelat dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki </span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">keasaman (pH) 6-7,5</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">, tidak lebih tinggi dari 8 serta tidak lebih rendah dari 4; </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">c)<span>   </span>Air tanah yang mempengaruhi aerasi dalam rangka pertumbuhan dan serapan hara. Untuk itu, kedalam air tanah diisyaratkan minimal 3 m.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">d)<span>   </span>Faktor kemiringan lahan sangat menentukan kedalaman air tanah. Pembuatan teras pada lahan yang kemiringannya 8% dan 25% masing-masing dengan lebar minimal 1 m dan 1,5 m. Sedangkan lahan yang kemiringannya lebih dari 40% sebaiknya tidak ditanami cokelat.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';text-shadow:auto;"><span style="font-size:x-small;">1.2.<span>      </span>Media Tanam</span></span></strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Daerah yang cocok untuk penanaman cokelat adalah lahan yang berada pada </span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">ketinggian 200-700 m dpl.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<h1><span style="font-size:11pt;color:#ff9900;font-family:'Times New Roman';text-shadow:auto;">II.<span>  </span>PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA</span></h1>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';text-shadow:auto;"><span style="font-size:x-small;">2.1.<span>      </span>Pembibitan</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Perbanyakan tanaman kakao lebih sering dilakukan dengan cara generatif karena bibit dihasilkan dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak. </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.1.1.<span>    </span>Persyaratan Benih</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Benih yang baik berasal dari buah berbentuk normal, sehat dan masak di pohon Buah tersebut berwarna kuning, jika diguncang timbul suara dan jika diketuk dengan tangan timbul gema. Bibit yang baik harus memenuhi persyaratan, antara lain:</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">a)<span>   </span>Pertumbuhan bibit normal, yaitu tidak kerdil dan tidak terlalu jagur.</span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">b)<span>   </span>Bebas </span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">hama</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> dan penyakit serta kerusakan lainnya.</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">c)<span>   </span>Berumur 4–6 bulan.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.1.2.<span>    </span>Penyiapan Benih</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Buah dipotong membujur, lalu benih yang berada di bagian tengah diambil sebanyak 20-25. Bersihkan lendir buah dengan meremas-remasnya dalam serbuk gergaji lalu dicuci dengan air dan direndam dengan fungisida. Benih dijemur di bawah sinar matahari. Benih yang baik memiliki daya kecambah sedikitnya 80%. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.1.3.<span>    </span>Teknik Penyemaian Benih</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Lokasi bedengan persemaian dibersihkan dari pohon dan rumput serta batu dan kerikil. Ukuran bedengan 1,2 x 1,5 m panjang 10-15 m dan tinggi 10 cm arah utara-selatan. Tanah bedengan dicangkul 30 cm, setelah dirapikan diberi lapisan pasir 5-10 cm dan tepi bedengan diberi dinding penahan dari kayu/batu bata. Bedengan diberi naungan dari anyaman daun alang-alang, kelapa/tebu dengan tinggi atap di sisi Timur 1,5 m dan di sisi Barat 1,2 m. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Sebelum disemai benih dicelup ke dalam formalin 2,5% selama 10 menit. Benih dibenamkan (mata benih diletakkan di bagian bawah) ke dalam lapisan pasir sedalam 1/3 bagian dengan jarak tanam 2,5 x 5 cm. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Segera setelah penyemaian, benih disiram. Penyiraman selanjutnya dilakukan dua kali sehari dan disemprot insektisida jika perlu. Keping biji terbuka tidak serentak sehingga perlu dibantu dengan tangan. Setelah 4-5 hari di persemaian benih sudah berkecambah dan siap dipindahtanamkan ke polybag.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.1.4.<span>    </span>Pemeliharaan pembibitan</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Media pembibitan berupa campuran tanah subur, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2:1:1, kemudian media ini<span>  </span>diayak dan dimasukkan ke dalam polybag 20 x 30 cm sampai 1-2 cm di bawah tepi polybag. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Kecambah yang memenuhi syarat untuk dipindahkan ke dalam pembibitan berkecambah pada hari ke 4-5 dan akarnya lurus. Satu kecambah kakao dimasukkan ke dalam lubang sedalam telunjuk, lalu lubang ditutup dengan media. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Polybag berisi kecambah disimpan di lokasi pembibitan dengan jarak 60 cm dalam pola segitiga sama sisi. Supaya tidak bergerak, polibag diletakkan di dalam alur sedalam 5 cm atau ditimbun dengan tanah secukupnya. Pembibitan dinaungi oleh pohon pelindung atau dibuat atap dari anyaman bambu</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Pembibitan disiram dua kali sehari kecuali jika hujan. Air siraman tidak boleh menggenangi permukaan media.<span>  </span>Bibit<span>  </span>dipupuk setiap 14 hari sampai berumur 3 bulan dengan ZA (2 gram/bibit) atau urea (1 gram/bibit) atau NPK (2 gram/bibit). Pupuk diberikan pada jarak 5 cm melingkarai batang kecuali untuk urea yang diberikan dalam bentuk larutan. Pengendalian </span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">hama</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> dilakukan dengan penyemprotan insektisida dan fungisida setiap 8 hari. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.1.5.<span>    </span>Pemindahan Bibit</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Setelah berumur 3 bulan, bibit dalam polybag dipindahkan ke lapangan dan naungan dikurangi secara bertahap. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Bibit yang baik untuk ditanam di lapangan berumur 4-5 bulan, tinggi 50-60 cm, berdaun 20-45 helai dengan sedikitnya 4 helai daun tua, diameter batang 8 mm dan sehat. Dengan jarak tanam 3 x 3 m, kebutuhan bibit untuk satu hektar adalah 1250 batang termasuk untuk penyulaman.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';text-shadow:auto;"><span style="font-size:x-small;">2.2.<span>      </span>Pengolahan Media Tanam</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.2.1. Persiapan</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Lahan perkebunan coklat/kakao dapat berasal dari hutan asli, hutan sekunder, tegalan, bekas tanaman perkebunan atau pekarangan. Lahan yang miring harus dibuat teras-teras agar tidak terjadi erosi. Areal dengan kemiringan 25-60% harus dibuat teras individu. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.2.2.<span>    </span>Pembukaan Lahan</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Cara penyiapan lahan dapat dengan cara pemberihan selektif dan pembersihan total. Alang-alang di tanah tegalan harus dibersihkan/dimusnahkan supaya tanaman kakao dan pohon naungan dapat tumbuh baik. Untuk memperlancar pembuangan air, saluran drainase yang secara alami telah ada harus dipertahankan dan berfungsi sebagai saluran primer. Saluran sekunder dan tersier dibangun sesuai dengan keadaan lapangan. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.2.3.<span>    </span>Pengapuran</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Tanah-tanah dengan pH di bawah 5 perlu diberi kapur berupa batu kapur sebanyak 2 ton/ha atau kapur tembok sebanyak 1.500 kg/ha. </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.2.4.<span>    </span>Pemupukan</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Pemupukan sebelum bibit ditanam dapat dilakukan guna untuk merangsang pertumbuhan bibit cokelat. Lubang-lubang tersebut perlu diberi pupuk dengan pupuk Agrophos sebanyak 300 gram/lubang atau pupuk urea sebanyak 200 gram/lubang, pupuk TSP sebanyak 100 gram/lubang. Pupuk-pupuk tersebut diberikan 2 (dua) minggu sebelum penanaman bibit cokelat, kemudian lubang tersebut ditutup kembali dengan tanah atas yang dicampur dengan pupuk<span>  </span>kandang/kompos.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';text-shadow:auto;"><span style="font-size:x-small;">2.3.<span>      </span>Teknik Penanaman</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.3.1.<span>    </span>Penentuan Pola Tanaman</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Tanaman kakao mutlak memerlukan pohon pelindung yang ditanam sebagai tanaman lorong diantara tanaman-tanaman kakao. Terdapat dua macam pohon pelindung yaitu:</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">a)<span>   </span>Pohon pelindung sementara. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Pohon ini diperlukan untuk melindungi tanaman kakao muda (belum berproduksi) dari tiupan angin dan sinar matahari. Jenis pohon yang dapat ditanam adalah pisang (<em>Musa paradisiaca</em>), turi (<em>Sesbania </em>sp.), <em>Flemingia congesta </em>atau<em> Clotaralia</em> sp.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">b)<span>   </span>Pohon pelindung tetap</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Pohon ini harus dipertahankan sepanjang hidup tanaman kakao dan berfungsi sebagai melindungi tanaman kakao yang sudah produktif dari kerusakan sinar matahari dan menghambat kecepatan angin. Jenis pohon yang cocok adalah Lamtoro (<em>Leucena </em>sp.), Sengon Jawa (<em>Albizia stipula</em>), Dadap <em>(Erythrina </em>sp.) dan Kelapa (<em>Cocos nucifera</em>). Pohon pelindung tetap ditanam dengan jarak tanam 6 x 3 m. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Jarak tanam yang diajurkan adalah 3 X 3 m<span style="position:relative;top:-2.5pt;">2</span><span> </span>dengan kerapatan pohon 1.100 batang pohon/hektar. Jarak ini sangat ideal karena nantinya pohon akan membentuk tajuk yang seimbang sehingga tanaman tidak akan mudah tumbang.</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.3.2.<span>    </span>Pembuatan Lubang Tanam</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Lubang tanam dibuat 2-3 bulan sebelum tanam dengan ukuran:</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">a)<span>   </span>40 x 40 x 40 cm untuk tanah bertekstur sedang</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">b)<span>   </span>60 x 60 x 60 cm atau 80 x 80 x 80 cm untuk tanah bertekstur berat</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">c)<span>   </span>30 x 30 x 30 cm untuk tanah bertekstur ringan</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Lubang dipupuk dengan Agrophos 300 gram/lubang atau campuran urea 200 gram/lubang dan Sp-36 100 gram/lubang. Tutup kembali lubang tanam.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.3.3.<span>    </span>Cara Penanaman</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">a)<span>   </span>Polybag disayat pada bagian sisi dan bawah, keluarkan bibit dan media dalam keadaan utuh.</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">b)<span>   </span>Lubangi<span>  </span>lubang tanam yang telah ditutup lagi tersebut selebar diameter polybag. Letakkan bibit sehingga permukaan media sejajar dengan tanah. </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">c)<span>   </span>Masukkan kembali tanah galian dan padatkan tanah di sekeliling bibit.</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">d)<span>   </span>Topang batang bibit dengan dua potong kayu/bambu. </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">e)<span>   </span>Untuk mencegah gangguan hewan, tanaman kakao harus diberi pagar pengaman dari bambu</span></span><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';text-shadow:auto;"><span style="font-size:x-small;">2.4.<span>      </span>Pemeliharaan Tanaman</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.4.1.<span>    </span>Penjarangan dan Penyulaman</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Penyulaman dapat dilakukan sampai tanaman berumur 10 tahun.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.4.2.<span>    </span>Penyiangan</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Pengendalian gulma dilakukan dengan membabat tanaman pengganggu sekitar 50 cm dari pangkal batang atau dengan herbisida sebanyak 1,5-2,0 liter/ha yang dicampur dengan 500-600 liter air. Penyiangan yang paling aman adalah dengan cara mencabut tanaman pengganggu.</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Tujuan penyiangan/pengendalian gulma adalah untuk mencegah persaingan dalam penyerapan air dan unsur hara, untuk mencegah </span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">hama</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> dan penyakit serta gulma yang merambat pada tanaman cokelat/kakao. Dalam pemberantasan gulma harus dikaukan rutin minimal satu bulan sekali, yaitu dengan menggunakan cangkul, koret/dicabut dengan tangan.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.4.3.<span>    </span>Pemangkasan</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Tujuan pemangkasan adalah untuk menjaga/pencegahan serangan </span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">hama</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> atau penyakit, membentuk pohon, memelihara tanaman dan untuk memacu produksi. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">a)<span>   </span>Pemangkasan bentuk</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">1.<span>   </span>Fase muda. Dilakukan pada saat tanaman berumur 8-12 bulan dengan membuang cabang yang lemah dan mempertahankan 3-4 cabang yang letaknya merata ke segala arah untuk membentuk jorquette (percabangan)</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.<span>   </span>Fase remaja. Dilakukan pada saat tanaman berumur 18-24 bulan dengan membuang cabang primer sejauh 30-60 cm dari jorquette (percabangan)</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">b)<span>   </span>Pemangkasan pemeliharaan.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Membuang tunas yang tidak diinginkan, cabang kering, cabang melintang dan ranting yang menyebabkan tanaman terlalu rimbun.</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">c)<span>   </span>Pemangkasan produksi. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Bertujuan untuk mendorong tanaman agar memiliki kemampuan berproduksi secara maksimal. Pemangkasan ini dilakukan untuk mengurangi kelebatan daun. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.4.4.<span>    </span>Pemupukan</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Dosis pemupukan tanaman yang belum berproduksi (gram/tanaman):</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">a)<span>   </span>Umur 2 bulan: ZA=50 gram/pohon.</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">b)<span>   </span>Umur 6 bulan: ZA=75 gram/pohon; TSP=50 gram/pohon; KCl=30 gram/pohon; Kleserit=25 gram/pohon</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">c)<span>   </span>Umur 12 bulan: ZA=100 gram/pohon</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">d)<span>   </span>Umur 18 bulan: ZA=150 gram/pohon; TSP=100 gram/pohon; KCl=70 gram/pohon; Kleserit=50 gram/pohon</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">e)<span>   </span>Umur 24 bulan: ZA=200 gram/pohon</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Dosis pemupukan tanaman berproduksi (gram/tanaman):</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">a)<span>   </span>Umur 3 tahun: ZA = 2 x 100 gram/pohon, Urea = 2 x 50 gram/pohon, TSP = 2 x 50 gram/pohon, KCl = 2 x 50 gram/pohon.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">b)<span>   </span>Umur 4 tahun: ZA = 2 x 100 gram/pohon, Urea = 2 x 100 gram/pohon, TSP = 2 x 100 gram/pohon, KCl = 2 x 100 gram/pohon.</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">c)<span>   </span></span><span style="color:#008080;font-family:Symbol;">&gt;</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> 5 tahun: ZA = 2 x 250 gram/pohon, Urea = 2 x 125 gram/pohon, TSP= 2 x 125 gram/pohon, KCl = 2 x 125 gram/pohon.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Pemupukan dilakukan dengan membuat alur sedalam 10 cm di sekeliling batang kakao dengan diameter kira-kira ½ tajuk. Waktu pemupukan di awal musim hujan dan akhir musim hujan. </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.4.5.<span>    </span>Penyiraman</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Penyiraman tanaman cokelat yang tumbuh dengan kondisi tanah yang baik dan berpohon pelindung, tidak perlu banyak memerlukan air. Air yang berlebihan menyebabkan kondisi tanah menjadi sangat lembab. Penyiraman pohon cokelat dilakukan pada tanaman muda terutama tanaman yang tak diberi pohon pelindung.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.4.6.<span>    </span>Penyemprotan Pestisida</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Penyemprotan pestisida<span>  </span>dilakukan dengan dua tahapan, pertama bersifat untuk pencegahan sebelum diketahui ada </span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">hama</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> yang benar-benar menyerang. Kadar dan jenis pestisida<span>  </span>disesuaikan. Penyemprotan tahapan kedua adalah usaha<span>  </span>pemberantasan </span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">hama</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">, selain jenis juga kadarnya ditingkatkan. Misal untuk pemberantasan digunakan insektisida berbahan aktif seperti Dekametrin (Decis 2,5 EC), Sihalotrin (Matador 25 EC), Sipermetrin (Cymbush 5 EC), Metomil Nudrin 24 WSC/Lannate 20 L) dan Fenitron<span>  </span>(Karbation 50 EC).</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.4.7.<span>    </span>Penyerbukan Buatan</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Dari bunga yang muncul hanya 5% yang akan menjadi buah, peningkatan persentase pembuahan dapat dilakukan dengan<span>  </span>penyerbukan buatan. Bagian bunga yang mekar digosok denga<span>  </span>bunga jantan yang telah dipetik sebelumnya, kemudian bunga ditutup dengan sungkup. Penggosokan dilakukan dengan jari tangan. </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.4.8.<span>    </span>Rehabilitasi Tanaman Dewasa</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Tanaman dewasa yang produktivitasnya mulai menurun tidak diremajakan (ditebang untuk diganti tanaman baru), tetapi direhabilitasi dengan cara okulasi tanaman dewasa dan sambung samping tanaman dewasa.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Cara yang kedua lebih unggul karena peremajaan dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat, murah dan lebih cepat berproduksi. Entres (bahan sambungan) diambil dari kebun entres atau produksi yang telah diseleksi, berupa cabang berwarna hijau, hijau kekakaoan atau kakao, diameter 0,75-1,50 cm dan panjang 40-50 cm. Sambungan dapat dibuka setelah 3-4 minggu. </span></span><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';">2.5.<span>      </span></span></strong><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';">Hama</span></strong><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';"> dan Penyakit</span></strong><strong></strong></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';">2.5.1.<span>    </span></span><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';">Hama</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">a)<span>   </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Penggerek cabang</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> (<em>Zeuzera coffeae</em>)</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Bagian yang diserang adalah cabang berdiameter 3-5 cm. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: cabang mati atau mudah patah. <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: membuang cabang yang terserang, kemudian dengan predator alami: jamur <em>Beauveria bassiana</em>.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">b)<span>   </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Kepik penghisap buah kakao</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> (<em>Helopeltis </em>sp.)</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Bagian yang diserang buah dan daun muda, kuncup bunga. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: bercak kakao kehitaman berbentuk cekung berukuran 3-4 mm. <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: membuang bagian yang terserang. Predator: belalang sembah, kepik predator. Selain itu gunakan insektisida Baytroid 50EC, Lannate 25 WP, Sumithion 50 EC, Leboycid 50 EC, Orthene 75 SP.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">c)<span>   </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Penggerek buah kakao</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> (<em>Conopomorpha cramerella </em>atau <em>Cocoa Mot</em>.)</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Bagian yang diserang adalah buah kakao. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: daging buah busuk. <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: membuang dan mengubur buah sisa panen dengan serempak, menutupi buah dengan kantung plastik dengan lubang di bagian bawah.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">d)<span>   </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Kutu putih</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> (<em>Planococcus citri</em>.)</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Bagian yang diserang adalah tunas, bunga, calon buah. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: timbul tunas tumbuh tidak normal (bengkok). Selain itu terlihat pertumbuhan bunga dan calon buah tidak normal. <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: gunakan insektisida<span>  </span>berbahan aktif monokrotofas, fosfamidon, karbaril.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">e)<span>   </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Ulat kantong</span><em><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> (Clania </span></em><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">sp.<em>, Mahasena </em>sp.)</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Bagian yang diserang adalah daun dan tunas. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: tanaman gundul dan kematian pucuk. <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: dengan parasit <em>Exoresta uadrimaculata, Tricholyga psychidarum </em><span> </span>. Selain itu gunakan insektisida racun perut, Dipterex dan Thuricide.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">f)<span>    </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Kutu jengkal</span><em><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> (Hyposidra talaca.)</span></em></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Bagian yang diserang adalah daun (muda dan tua). <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: habisnya helaian daun, tinggal tulang daun saja. <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: gunakan insektisida Ambush 2 EC, Sherpa 5 EC (0,15-0,2%).</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="font-size:10pt;color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.5.2.<span>    </span>Penyakit</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">a)<span>   </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Busuk buah hitam</span></span><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Penyebab</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">: <em>Phytopthora palmivora </em>. Bagian yang diserang adalah buah. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: bercak kakao di titik pertemuan tangkai buah dan buah atau ujung buah. Gejala pada serangan berat adalah buah diliputi miselium abu-abu keputihan. <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: dengan cara buah yang sakit diambil, kurangi kelembaban kebun dengan cara<span>  </span>pemangkasan. Selain itu gunakan insektisida dengan bahan aktif Cu: Cupravit 0,3% atau Cobox 0,3% atau insektisida bahan aktif Mankozeb: Dithane M-45 dan Manzate 200 0,3% dengan interval 2 minggu.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">b)<span>   </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Kanker batang</span></span><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Penyebab</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">: <em>Phytopthora pal-mivora</em>. Bagian yang diserang adalah batang. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: bercak basah berwarna tua pada kulit batang atau cabang, keluarnya cairan dari batang atau cabang yang akan mengering dan mengeras. <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: buah yang sakit diambil, kurangi kelembaban kebun dengan cara<span>  </span>pemangkasan. Selain itu gunakan fungisida dengan bahan aktif Cu: Cupravit 0,3% atau Cobox 0,3%. atau ungisida bahan aktif Mankozeb: Dithane M-45 dan Manzate 200 0,3% dengan interval 2 minggu. Keroklah bagian yang sakit dan mengolesinya dengan ter/fungisida.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">c)<span>   </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Busuk buah diplodia</span></span><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Penyebab</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">: <em>Botrydiplodia theobramae </em>(jamur). Bagian yang diserang buah. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: bercak kekakaoan pada buah, lalu buah menghitam menyeluruh . <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: cegah timbulnya luka, buah yang sakit dibuang. Kemudian gunakan fungisida dengan bahan aktif Cu: Vitigran Blue, Trimiltox Forte, Cupravit OB pada konsentrasi 0,3%.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">d)<span>   </span></span><em><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Vascular Steak Dieback </span></em><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">(VSD)</span></span><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Penyebab</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">: <em>Oncobasidium theobromae </em>(jamur). Bagian yang diserang adalah daun, ranting/cabang. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: bintik-bintik kecil hijau pada daun terinfeksi dan terbentuk tiga bintik kekakaoan, kulit ranting/cabang kasar, pucuk mati (dieback). <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: gunakan bibit bebas VSD, perhatikan anitasi tanaman, kurangi kelembaban, tingkatkan intensitas cahaya matahari dan perbaiki drainase dan pemupukan.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">e)<span>   </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Bercak daun, mati ranting</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> dan </span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">busuk buah</span></span><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Penyebab</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">: <em>Colletorichum </em>sp. (jamur). Bagian yang diserang adalah daun, ranting, buah. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: bercak nekrotik pada daun, daun gugur, pucuk mati, buah muda keriput kering (busuk kering). <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: peningkatan sanitasi, memotong ranting dan buah yang terserang, pemupukan berimbang dan perbaikan drainase. Kemudian gunakan fungisida sistemik Karbendazim 0,5%<span>  </span>dengan interval 10 hari.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">f)<span>    </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Busuk buah monilia</span></span><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Penyebab</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">: <em>Monilia roreri </em>(jamur). Bagian yang diserang buah muda. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: benjolan dan warna belang pada buah berukuran 8-10 cm, penumpukan lendir di dalam rongga buah, dinding buah mengeras. <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: menurunkan kelembaban udara dan tanah, membuang buah rusak. Kemudian gunakan fungisida dengan bahan aktif Cu: Cobox 0,3%, Cupravit 0,3 % selama 3-4 minggu.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">g)<span>   </span></span><span style="color:#800080;font-family:'Times New Roman';">Penyakit akar</span></span><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Penyebab</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">: <em>Rosellinia arcuata R bumnodes, Rigidoporus liginosus, Ganoderma pseudoerrum, Fomes lamaoensis </em>(jamur). Bagian yang diserang adalah akar. <strong><span style="text-decoration:underline;">Gejala</span></strong>: daun menguning dan layu, pada leher akar/pangkal batang terdapat miselium. <strong><span style="text-decoration:underline;">Pengendalian</span></strong>: pembuatan parit isolasi di sekitar tanaman terserang, pemusnahan tanaman sakit. Kemudian oleskan fungisida pada permukaan akar yang lapisan miseliumnya telah dibuang. Fungisida dengan bahan aktif PNCB: Fomac 2, Ingro Pasta, Shell Collar Protectant, Calixin Cp.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.6.<span>      </span>Panen</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.6.1.<span>    </span>Ciri dan Umur Panen</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Buah cokelat/kakao bisa dipenen apabila perubahan warna<span>  </span>kulit dan setelah fase pembuahan sampai menjadi buah dan matang </span><span style="color:#008080;font-family:Symbol;">±</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> usia 5 bulan. Ciri-ciri buah akan dipanen adalah warna kuning pada alur buah; warna kuning pada alur buah dan punggung alur buah; warna kuning pada seluruh permukaan buah dan warna kuning tua pada seluruh permukaan buah.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Kakao masak pohon dicirikan dengan perubahan warna buah:</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">a)<span>   </span>Warna buah sebelum masak hijau, setelah masak alur buah menjadi kuning.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">b)<span>   </span>Warna buah sebelum masak merah tua, warna buah setelah masak merah muda, jingga, kuning.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Buah akan masak pada waktu 5,5 bulan (di dataran rendah) atau 6 bulan (di dataran tinggi) setelah penyerbukan. Pemetikan buah dilakukan pada buah yang tepat masak. Kadar gula buah kurang masak rendah sehingga hasil fermentasi kurang baik, sebaliknya pada buah yang terlalu masak, biji seringkali telah berkecambah, pulp mengering dan aroma berkurang. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.6.2.<span>    </span>Cara Panen </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Untuk memanen cokelat digunakan pisau tajam. Bila letak buah tinggi, pisau disambung dengan bambu. Cara pemetikannya, jangan sampai melukai batang yang ditumbuhi buah. Pemetikan cokelat hendaknya dilakukan hanya dengan memotong tangkai buah tepat dibatang/cabang yang ditumbuhi buah. Hal tersebut agar tidak menghalangi pembungaan pada periode berikutnya.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Pemetikan berada di bawah pengawasan mandor. Setiap mandor mengawasi 20 orang per hari. Seorang pemetik dapat memetik buah kakao sebanyak<span>  </span>1.500 buah per hari.<span>  </span>Buah matang dengan kepadatan cukup tinggi dipanen dengan sistem 6/7 artinya buah di areal tersebut dipetik enam hari dalam 7 hari. Jika kepadatan buah matang rendah, dipanen dengan sistem 7/14. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.6.3.<span>    </span>Periode Panen</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Panen dilakukan 7-14 hari sekali. Selama panen jangan melukai batang/cabang yang ditumbuhi buah karena bunga tidak dapat tumbuh labi di tempat tersebut pada periode berbunga selanjutnya. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.6.4.<span>    </span>Prakiraan Produksi</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Tanaman kakao mencapai produksi maksimal pada umur 5-13 tahun. Produksi per hektar dalam satu tahun adalah 1.000 kg biji kakao kering. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><strong><span style="color:#99cc00;font-family:'Times New Roman';text-shadow:auto;"><span style="font-size:x-small;">2.7.<span>      </span>Pascapanen</span></span></strong><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.7.1.<span>    </span>Pengumpulan</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Buah yang telah dipanen biasanya dikumpulkan pada tempat tertentu dan dikelompokkan menurut kelas kematangan. Pemecahan kulit dilaksanakan dengan menggunakan kayu bulat yang keras.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.7.2.<span>    </span>Penyortiran/pengelompokkan</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Biji kakao kering dibersihkan dari kotoran dan dikelompokkan berdasarkan mutunya:</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">a)<span>   </span>Mutu A: dalam 100 gram biji terdapat 90-100 butir biji</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">b)<span>   </span>Mutu B: dalam 100 gram biji terdapat 100-110 butir biji</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">c)<span>   </span>Mutu C: dalam 100 gram biji terdapat 110-120 butir biji.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.7.3.<span>    </span>Penyimpanan</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Biji kakao basah diperam (difermentasi) selama 6 hari di dalam kotak kayu tebal yang dilapisi aluminium dan bagian bawahnya diberi lubang-lubang kecil dengan cara sebagai berikut:</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">a)<span>   </span>Tumpukkan biji di dalam kotak dengan tinggi tumpukan tidak lebih dari 75.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">b)<span>   </span>Tutup dengan karung goni atau daun pisang.</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">c)<span>   </span>Aduk-aduk biji secara periodik (1 x 24 jam) agar suhu naik sampai 50 derajat C. </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.7.4.<span>    </span>Pengemasan dan Pengangkutan</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">Biji-biji cokelat yang sudah kering dapat dimasukan dalam karung goni. Tiap goni diisi 60 kilogram biji cokelat kering. kemudian karung-karung yang berisi biji cokelat kering tersebut disimpan dalam gudang yang bersih, kering dan berfentilasi yang baik. Sebaiknya biji cokelat tersebut sudah segera bisa dijual dan diangkut dengan menggunakan truk dan sebagainya. Penyimpanan di gudang, sebaiknya tidak lebih dari 6 bulan, dan setiap tiga bulan harus diperiksa untuk melihat ada tidaknya jamur atau </span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';">hama</span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"> yang menyerang biji cokelat.</span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008000;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">2.7.5.<span>    </span>Penanganan Lain</span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;">Setelah diperam, biji dicuci agar mengkilap (biji kakao jenis Bulk tidak dicuci) setelah itu dikeringkan sampai kadar airnya 6-7%. Pengeringan bisa dengan sinar matahari atau alat pengering. </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="color:#008080;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agra88.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agra88.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agra88.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agra88.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agra88.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agra88.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agra88.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agra88.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agra88.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agra88.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agra88.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agra88.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=5&subd=agra88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agra88.wordpress.com/2008/04/07/budidaya-tanaman-kakao/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f777368d0c3e1603a08684209c514d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">agra88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA PENANAMAN DAN PERAWATAN TANAMAN KAKAO</title>
		<link>http://agra88.wordpress.com/2008/04/07/cara-penanaman-dan-perawatan-tanaman-kakao/</link>
		<comments>http://agra88.wordpress.com/2008/04/07/cara-penanaman-dan-perawatan-tanaman-kakao/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 02:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agra88</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya Tanaman Kakao]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agra88.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[
 Pembibitan


Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang telah cukup umur Sebelum dikecambahkan benih harus dibersihkan lebih dulu daging buahnya dengan abu gosok
Karena biji kakao tidak punya masa istirahat (dormancy), maka harus segera dikecambahkan
Pengecambahan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari
Siapkan polibag ukuran 30 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=9&subd=agra88&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><ol>
<li> Pembibitan</li>
</ol>
<ul>
<li>Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang telah cukup umur Sebelum dikecambahkan benih harus dibersihkan lebih dulu daging buahnya dengan abu gosok</li>
<li>Karena biji kakao tidak punya masa istirahat (dormancy), maka harus segera dikecambahkan</li>
<li>Pengecambahan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari</li>
<li>Siapkan polibag ukuran 30 x 20 cm (tebal 0,8 cm) dan tempat pembibitan</li>
<li>Campurkan tanah dengan pupuk kandang (1 : 1), masukkan dalam polibag</li>
</ul>
<p>    2. Tanam Bibit</p>
<ul>
<li>Pada saat bibit kakao ditanam pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun</li>
<li>Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa</li>
<li>Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam setelah bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan</li>
<li>Penanaman saat hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush)</li>
</ul>
<p>    3. Pemeliharaan Tanaman</p>
<ul>
<li>Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon</li>
<li>Dibuat lubang pupuk disekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali.</li>
<li>Pemangkasan ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang dan pertumbuhan vegetatif yang baik. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik.</li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agra88.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agra88.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agra88.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agra88.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agra88.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agra88.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agra88.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agra88.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agra88.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agra88.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agra88.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agra88.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=9&subd=agra88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agra88.wordpress.com/2008/04/07/cara-penanaman-dan-perawatan-tanaman-kakao/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f777368d0c3e1603a08684209c514d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">agra88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://agra88.wordpress.com/2008/03/28/7/</link>
		<comments>http://agra88.wordpress.com/2008/03/28/7/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 13:44:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agra88</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya Tanaman Kakao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agra88.wordpress.com/2008/03/28/7/</guid>
		<description><![CDATA[



BUDIDAYA KAKAO/COKLAT 





 


PENDAHULUAN
Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunaan berprospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman, serta faktor pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas akan rendah.
PT. Natural Nusantara berusaha membantu petani kakao [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=7&subd=agra88&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div align="left">
<table border="0" align="left" width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="background:white;width:100%;" class="MsoNormalTable">
<tr style="height:1200.75pt;">
<td width="533" vAlign="top" style="width:399.75pt;height:1200.75pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:Arial;">BUDIDAYA KAKAO/COKLAT</span></strong><span><font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></p>
<div align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font size="3" face="Times New Roman"><br />
<hr SIZE="2" width="100%" align="center" /></font></span></div>
<div align="center">
<table border="0" cellPadding="0" class="MsoNormalTable">
<tr>
<td width="533" style="width:399.75pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span><font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><font size="3"><font face="Times New Roman"></font></font><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">PENDAHULUAN</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunaan berprospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman, serta faktor pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas akan rendah.</p>
<p>PT. Natural Nusantara berusaha membantu petani kakao agar mampu meningkatkan produktivitasnya agar dapat bersaing di era globalisasi dengan program peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas, berdasarkan konsep kelestarian lingkungan (Aspek K-3).<br />
<strong><span style="font-family:Arial;">1. Persiapan Lahan</span></strong><br />
- Bersihkan alang-alang dan gulma lainnya<br />
- Gunakan tanaman penutup tanah (cover crop) terutama jenis polong-polongan seperti Peuraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides &amp; C. caeraleum untuk mencegah pertumbuhan gulma terutama jenis rumputan<br />
- Gunakan juga tanaman pelindung seperti Lamtoro, Gleresidae dan Albazia, tanaman ini ditanam setahun sebelum penanaman kakao dan pada tahun ketiga jumlah dikurangi hingga tinggal 1 pohon pelindung untuk 3 pohon kakao ( 1 : 3 )</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">2. Pembibitan </span></strong><br />
- Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang telah cukup umur<br />
- Sebelum dikecambahkan benih harus dibersihkan lebih dulu daging buahnya dengan abu gosok<br />
- Karena biji kakao tidak punya masa istirahat (dormancy), maka harus segera dikecambahkan<br />
- Pengecambahan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari<br />
- Siapkan polibag ukuran 30 x 20 cm (tebal 0,8 cm) dan tempat pembibitan<br />
- Campurkan tanah dengan pupuk kandang (1 : 1), masukkan dalam polibag<br />
- Sebelum kecambah dimasukkan tambahkan 1 gram pupuk TSP / SP-36 ke dalam tiap-tiap polibag<br />
- Benih dapat digunakan untuk bibit jika 2-3 hari berkecambah lebih 50%<br />
- Jarak antar polibag 20 x 20 cm lebar barisan 100 cm<br />
- Tinggi naungan buatan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga sinar masuk tidak terlalu banyak<br />
- Penyiraman bibit dilakukan 1-2 kali sehari<br />
- Penyiangan gulma melihat keadaan areal pembibitan<br />
- Pemupukan dengan N P K ( 2 : 1 : 2 ) dosis sesuai dengan umur bibit, umur 1 bulan : 1 gr/bibit, 2 bulan ; 2 gr/bibit, 3 bulan : 3 gr/bibit, 4 bulan : 4 gr/bibit. Pemupukan dengan cara ditugal<br />
- Siramkan POC NASA dengan dosis 0,5 &#8211; 1 tutup/pohon diencerkan dengan air secukupnya atau semprotkan dengan dosis 4 tutup/tangki setiap 2-4 minggu sekali<br />
- Penjarangan atap naungan mulai umur 3 bulan dihilangkan 50% sampai umur 4 bulan<br />
- Amati hama &amp; penyakit pada pembibitan, antara lain ; rayap, kepik daun, ulat jengkal, ulat punggung putih, dan ulat api. Jika terserang hama tersebut semprot dengan PESTONA dosis 6-8 tutup/tangki atau Natural BVR dosis 30 gr/tangki. Jika ada serangan penyakit jamur Phytopthora dan Cortisium sebarkan Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang selama + 1 minggu pada masing-masing pohon</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">3. Penanaman</span></strong><br />
<em><span style="font-family:Arial;">a. Pengajiran</span></em><br />
- Ajir dibuat dari bambu tinggi 80 &#8211; 100 cm<br />
- Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya<br />
- Untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga diperoleh jarak tanam yang sama</p>
<p><em><span style="font-family:Arial;">b. Lubang Tanam</span></em><br />
- Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada akhir musim hujan<br />
- Berikan pupuk kandang yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang</p>
<p><em><span style="font-family:Arial;">c. Tanam Bibit</span></em><br />
- Pada saat bibit kakao ditanam pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun<br />
- Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa<br />
- Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam setelah bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan<br />
- Penanaman saat hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush)</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">4. Pemeliharaan Tanaman</span></strong><br />
a. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon<br />
b.Dibuat lubang pupuk disekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali. Dosis pupuk lihat dalam tabel di samping ini :</p>
<p>Tabel Pemupukan Tanaman Coklat </span></p>
<table border="1" cellPadding="0" cellSpacing="0" class="MsoNormalTable">
<tr>
<td rowSpan="2" width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3"><font face="Times New Roman"><strong>UMUR</strong><br />
<strong>(bulan)</strong></font></font></span></p>
<p><span><font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></td>
<td colSpan="4" width="276" vAlign="top" style="width:207pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<strong><font size="3" face="Times New Roman">Dosis pupuk Makro (per ha)</font></strong></span></p>
<p><span><font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3"><font face="Times New Roman"><strong>Urea</strong><br />
<strong>(kg)</strong></font></font></span></p>
<p><span><font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3"><font face="Times New Roman"><strong>TSP</strong><br />
<strong>(kg)</strong></font></font></span></p>
<p><span><font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></td>
<td width="60" vAlign="top" style="width:45pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<strong><font size="3" face="Times New Roman">MOP/ KCl (kg)</font></strong></span></p>
<p><span><font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></td>
<td width="120" vAlign="top" style="width:90pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3"><font face="Times New Roman"><strong>Kieserite (MgSO4)</strong><br />
<strong>(kg)</strong></font></font></span></p>
<p><span><font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">2</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">15</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">15</font></span></td>
<td width="60" vAlign="top" style="width:45pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">8</font></span></td>
<td width="120" vAlign="top" style="width:90pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">8</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">6</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">15</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">15</font></span></td>
<td width="60" vAlign="top" style="width:45pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">8</font></span></td>
<td width="120" vAlign="top" style="width:90pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">8</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">10</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">25</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">25</font></span></td>
<td width="60" vAlign="top" style="width:45pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">12</font></span></td>
<td width="120" vAlign="top" style="width:90pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">12</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">14</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">30</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">30</font></span></td>
<td width="60" vAlign="top" style="width:45pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">15</font></span></td>
<td width="120" vAlign="top" style="width:90pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">15</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">18</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">30</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">30</font></span></td>
<td width="60" vAlign="top" style="width:45pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">45</font></span></td>
<td width="120" vAlign="top" style="width:90pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">15</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">22</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">30</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">30</font></span></td>
<td width="60" vAlign="top" style="width:45pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">45</font></span></td>
<td width="120" vAlign="top" style="width:90pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">15</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">28</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">160</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">250</font></span></td>
<td width="60" vAlign="top" style="width:45pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">250</font></span></td>
<td width="120" vAlign="top" style="width:90pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">60</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">32</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">160</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">200</font></span></td>
<td width="60" vAlign="top" style="width:45pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">250</font></span></td>
<td width="120" vAlign="top" style="width:90pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">60</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">36</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">140</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">250</font></span></td>
<td width="60" vAlign="top" style="width:45pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">250</font></span></td>
<td width="120" vAlign="top" style="width:90pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">80</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">42</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">140</font></span></td>
<td width="48" vAlign="top" style="width:36pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">200</font></span></td>
<td width="60" vAlign="top" style="width:45pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">250</font></span></td>
<td width="120" vAlign="top" style="width:90pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">80</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">Dst</font></span></td>
<td colSpan="4" width="276" vAlign="top" style="width:207pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">Dilakukan analisa tanah</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></td>
<td colSpan="4" width="276" vAlign="top" style="width:207pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<strong><font size="3" face="Times New Roman">Dosis POC NASA mulai awal tanam  :</font></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">0 – 24 </font></span></td>
<td colSpan="4" width="276" vAlign="top" style="width:207pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang<br />
setiap 4 &#8211; 5 bulan sekali</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">&gt; 24</font></span></td>
<td colSpan="4" width="276" vAlign="top" style="width:207pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang<br />
setiap 3 – 4 bulan sekali ( sesekali bisa juga disemprotkan ke tanaman )</font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></td>
<td colSpan="4" width="276" vAlign="top" style="width:207pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<strong><font size="3" face="Times New Roman">Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak  dari awal memakai POC NASA :</font></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" vAlign="top" style="width:41.25pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></td>
<td colSpan="4" width="276" vAlign="top" style="width:207pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><br />
<font size="3" face="Times New Roman">- Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln, Dosis 3-4 tutup/ pohon<br />
- Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali, Dosis 3-4 tutup/ pohon</font></span></td>
</tr>
</table>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Catatan: Akan lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">5. Pengendalian Hama &amp; Penyakit</span></strong><br />
<strong><span style="font-family:Arial;">a. Ulat Kilan </span></strong><em><b><span style="font-family:Arial;">( Hyposidea infixaria; Famili : Geometridae )</span></b></em><em><span style="font-family:Arial;">,</span></em> menyerang pada umur 2-4 bulan. Serangan berat mengakibatkan daun muda tinggal urat daunnya saja. Pengendalian dengan PESTONA dosis 5 &#8211; 10 cc / liter.</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">b. Ulat Jaran / Kuda </span></strong><em><b><span style="font-family:Arial;">( Dasychira inclusa, Familia : Limanthriidae )</span></b></em>, ada bulu-bulu gatal pada bagian dorsalnya menyerupai bentuk bulu (rambut) pada leher kuda, terdapat pada marke 4 dan 5 berwarna putih atau hitam, sedang ulatnya coklat atau coklat kehitam-hitaman. Pengendalian dengan musuh alami predator Apanteles mendosa dan Carcelia spp, semprot PESTONA.</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">c. Parasa lepida dan Ploneta diducta </span></strong><em><b><span style="font-family:Arial;">(Ulat Srengenge)</span></b></em><em><span style="font-family:Arial;">,</span></em> serangan dilakukan silih berganti karena kedua species ini agak berbeda siklus hidup maupun cara meletakkan kokonnya, sehingga masa berkembangnya akan saling bergantian. Serangan tertinggi pada daun muda, kuncup yang merupakan pusat kehidupan dan bunga yang masih muda. Siklus hidup Ploneta diducta 1 bulan, Parasa lepida lebih panjang dari pada Ploneta diducta. Pengendalian dengan PESTONA.</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">d. Kutu &#8211; kutuan </span></strong><em><b><span style="font-family:Arial;">( Pseudococcus lilacinus )</span></b></em>, kutu berwarna putih. Simbiosis dengan semut hitam. Gejala serangan : infeksi pada pangkal buah di tempat yang terlindung, selanjutnya perusakan ke bagian buah yang masih kecil, buah terhambat dan akhirnya mengering lalu mati. Pengendalian : tanaman terserang dipangkas lalu dibakar, dengan musuh alami predator; Scymus sp, Semut hitam, parasit Coccophagus pseudococci Natural BVR 30 gr/ 10 liter air atau PESTONA.</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">e. </span></strong><em><b><span style="font-family:Arial;">Helopeltis antonii</span></b></em>, menusukkan ovipositor untuk meletakkan telurnya ke dalam buah yang masih muda, jika tidak ada buah muda hama menyerang tunas dan pucuk daun muda. Serangga dewasa berwarna hitam, sedang dadanya merah, bagian menyerupai tanduk tampak lurus. Ciri serangan, kulit buah ada bercak-bercak hitam dan kering, pertumbuhan buah terhambat, buah kaku dan sangat keras serta jelek bentuknya dan buah kecil kering lalu mati. Pengendalian dilakukan dengan PESTONA dosis 5-10 cc / lt (pada buah terserang), hari pertama semprot stadia imago, hari ke-7 dilakukan ulangan pada telurnya dan pada hari ke-17 dilakukan terhadap nimfa yang masih hidup, sehingga pengendalian benar-benar efektif, sanitasi lahan, pembuangan buah terserang.</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">f. Cacao Mot ( Ngengat Buah ), </span></strong><em><b><span style="font-family:Arial;">Acrocercops cranerella (Famili ; Lithocolletidae)</span></b></em><em><span style="font-family:Arial;">.</span></em> Buah muda terserang hebat, warna kuning pucat, biji dalam buah tidak dapat mengembang dan lengket. Pengendalian : sanitasi lingkungan kebun, menyelubungi buah coklat dengan kantong plastik yang bagian bawahnya tetap terbuka (kondomisasi), pelepasan musuh alami semut hitam dan jamur antagonis Beauveria bassiana ( BVR) dengan cara disemprotkan, semprot dengan PESTONA.</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">g. Penyakit Busuk Buah (</span></strong><em><b><span style="font-family:Arial;">Phytopthora palmivora)</span></b></em><strong><span style="font-family:Arial;">,</span></strong> gejala serangan dari ujung buah atau pangkal buah nampak kecoklatan pada buah yang telah besar dan buah kecil akan langsung mati. Pengendalian : membuang buah terserang dan dibakar, pemangkasan teratur, semprot dengan Natural GLIO.</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">h. Jamur Upas </span></strong><em><b><span style="font-family:Arial;">( Upasia salmonicolor ),</span></b></em> menyerang batang dan cabang. Pengendalian : kerok dan olesi batang atau cabang terserang dengan Natural GLIO+HORMONIK, pemangkasan teratur, serangan berlanjut dipotong lalu dibakar.<br />
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">6. Pemangkasan</span></strong><br />
- Pemangkasan ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang dan pertumbuhan vegetatif yang baik. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik. Pemangkasan ada beberapa macam yaitu :<br />
- Pangkas Bentuk, dilakukan umur 1 tahun setelah muncul cabang primer (jorquet) atau sampai umur 2 tahun dengan meninggalkan 3 cabang primer yang baik dan letaknya simetris.<br />
- Pangkas Pemeliharaan, bertujuan mengurangi pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan cara menghilangkan tunas air (wiwilan) pada batang pokok atau cabangnya.<br />
- Pangkas Produksi, bertujuan agar sinar dapat masuk tetapi tidak secara langsung sehingga bunga dapat terbentuk. Pangkas ini tergantung keadaan dan musim, sehingga ada pangkas berat pada musim hujan dan pangkas ringan pada musim kemarau.<br />
Pangkas Restorasi, memotong bagian tanaman yang rusak dan memelihara tunas air atau dapat dilakukan dengan side budding.</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">7. Panen</span></strong><br />
Saat petik persiapkan rorak-rorak dan koordinasi pemetikan. Pemetikan dilakukan terhadap buah yang masak tetapi jangan terlalu masak. Potong tangkai buah dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah. Pemetikan sampai pangkal buah akan merusak bantalan bunga sehingga pembentukan bunga terganggu dan jika hal ini dilakukan terus menerus, maka produksi buah akan menurun. Buah yang dipetik umur 5,5 &#8211; 6 bulan dari berbunga, warna kuning atau merah. Buah yang telah dipetik dimasukkan dalam karung dan dikumpulkan dekat rorak. Pemetikan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan siang hari. Pemecahan buah dengan memukulkan pada batu hingga pecah. Kemudian biji dikeluarkan dan dimasukkan dalam karung, sedang kulit dimasukkan dalam rorak yang tersedia.</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">8. Pengolahan Hasil</span></strong><br />
Fermentasi, tahap awal pengolahan biji kakao. Bertujuan mempermudah menghilangkan pulp, menghilangkan daya tumbuh biji, merubah warna biji dan mendapatkan aroma dan cita rasa yang enak.<br />
Pengeringan, biji kakao yang telah difermentasi dikeringkan agar tidak terserang jamur dengan sinar matahari langsung (7-9 hari) atau dengan kompor pemanas suhu 60-700C (60-100 jam). Kadar air yang baik kurang dari 6 %.<br />
Sortasi, untuk mendapatkan ukuran tertentu dari biji kakao sesuai permintaan. Syarat mutu biji kakao adalah tidak terfermentasi maksimal 3 %, kadar air maksimal 7%, serangan hama penyakit maksimal 3 % dan bebas kotoran.</span></td>
</tr>
</table>
</div>
<p><span></span></td>
</tr>
<tr style="height:31.5pt;">
<td colSpan="2" vAlign="top" style="height:31.5pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
</td>
</tr>
</table>
</div>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agra88.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agra88.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agra88.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agra88.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agra88.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agra88.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agra88.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agra88.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agra88.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agra88.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agra88.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agra88.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=7&subd=agra88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agra88.wordpress.com/2008/03/28/7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f777368d0c3e1603a08684209c514d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">agra88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://agra88.wordpress.com/2008/03/18/hello-world/</link>
		<comments>http://agra88.wordpress.com/2008/03/18/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 06:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agra88</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=1&subd=agra88&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agra88.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agra88.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agra88.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agra88.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agra88.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agra88.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agra88.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agra88.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agra88.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agra88.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agra88.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agra88.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agra88.wordpress.com&blog=3196437&post=1&subd=agra88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agra88.wordpress.com/2008/03/18/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f777368d0c3e1603a08684209c514d6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">agra88</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>